TAMBUN SELATAN -- Abu vulkanik erupsi anak gunung Krakatau menyebar ke berbagai wilayah termasuk Kabupaten Bekasi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, Lembaga Pendidikan Islam Terpadu (LPIT) Thariq Bin Ziyad melaksanakan kegiatan penanganan dan pemulihan (recovery) pasca bencana. Kegiatan dilakukan dengan membersihkan seluruh area unit sekolah di lingkungan LPIT Thariq Bin Ziyad dari paparan abu vulkanik, Rabu (9/9/2026). Pembersihan meliputi halaman, lingkungan sekitar gedung, fasilitas sekolah, serta area-area yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya abu.
Menggunakan air bertekanan tinggi, material abu tebal yang menempel di atap, dinding, hingga area selasar sekolah dibersihkan secara maksimal. Langkah ini dilakukan bukan sekadar menjaga kebersihan fisik fasilitas semata, melainkan sebagai upaya preventif guna mencegah risiko penyakit pernapasan serta iritasi mata yang dapat mengganggu kesehatan para siswa.
Kepala SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya, Novita Mayasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga merupakan bentuk kesiapsiagaan dalam melindungi kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah.
“Kegiatan penanganan ini bertujuan untuk memastikan lingkungan sekolah tetap bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah setelah adanya paparan abu vulkanik. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menghadapi bencana bukan hanya tentang merespons ketika terjadi, tetapi juga tentang kesiapsiagaan, kepedulian, dan tindakan nyata untuk meminimalkan risikonya,” ujar Novita Mayasari.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada seluruh warga sekolah agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memahami pentingnya sikap tanggap menghadapi berbagai kemungkinan bencana dan dampaknya.


