KUA dan Polsek Kedungwaringin Bersinergi Sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat

Kedungwaringin — Mengawali pelaksanaan Program Indonesia BerQiblat: Gerakan Nasional 1.448K Titik Rashdul Kiblat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungwaringin bersinergi dengan Polsek Kedungwaringin pada hari pertama pelaksanaan Rashdul Kiblat, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Polsek Kedungwaringin ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam meningkatkan akurasi arah kiblat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan keagamaan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Kedungwaringin H. Muhammad Rafiuddin, S.Sos., Kapolsek Kedungwaringin AKP Muhammad Trisno, S.H., M.M., jajaran anggota Polsek, serta penyuluh agama Islam. Tepat pukul 16.27 WIB, seluruh peserta melakukan pengecekan arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena rashdul kiblat, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak mengarah lurus ke kiblat.

Kepala KUA Kecamatan Kedungwaringin, H. Muhammad Rafiuddin, S.Sos., menjelaskan bahwa keikutsertaan KUA dalam Gerakan Nasional 1.448K Titik Rashdul Kiblat merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat.

"Momentum rashdul kiblat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memastikan kembali arah kiblat secara mudah, ilmiah, dan akurat. Melalui Gerakan Nasional Indonesia BerQiblat, kami mengajak masyarakat menjadikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari ikhtiar menyempurnakan kualitas ibadah," ujarnya.

Menurut Rafiuddin, pelaksanaan hari pertama bersama Polsek Kedungwaringin menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan dapat diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi kepada masyarakat sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap pentingnya akurasi arah kiblat.

Kapolsek Kedungwaringin AKP Muhammad Trisno, S.H., M.M. mengapresiasi pelaksanaan Program Indonesia BerQiblat yang melibatkan kepolisian sebagai mitra strategis Kementerian Agama.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama, khususnya KUA Kecamatan Kedungwaringin, atas kepercayaan yang diberikan kepada Polsek Kedungwaringin untuk menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1.448K Titik Rashdul Kiblat. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat sinergi antarlembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.

Program Indonesia BerQiblat mengusung tema "Kiblat Lurus, Ibadah Tulus" dan dilaksanakan secara serentak di 1.448.000 titik di seluruh Indonesia. Melalui momentum rashdul kiblat, masyarakat diajak memanfaatkan fenomena astronomi tersebut sebagai metode sederhana dan akurat dalam melakukan pengecekan arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.

Pelaksanaan hari pertama bersama Polsek Kedungwaringin menjadi awal dari rangkaian kegiatan Indonesia BerQiblat yang akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Semangat "Kiblat Lurus, Ibadah Tulus" diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa memastikan ketepatan arah kiblat merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ibadah yang semakin berkualitas.Bekasi (Humas KUA Kedungwaringin) — Mengawali pelaksanaan Program Indonesia BerQiblat: Gerakan Nasional 1.448K Titik Rashdul Kiblat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungwaringin bersinergi dengan Polsek Kedungwaringin pada hari pertama pelaksanaan Rashdul Kiblat, Rabu (15/7/2026). 

Kegiatan yang dipusatkan di Polsek Kedungwaringin ini menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam meningkatkan akurasi arah kiblat sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan keagamaan.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Kedungwaringin H. Muhammad Rafiuddin, S.Sos., Kapolsek Kedungwaringin AKP Muhammad Trisno, S.H., M.M., jajaran anggota Polsek, serta penyuluh agama Islam. Tepat pukul 16.27 WIB, seluruh peserta melakukan pengecekan arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena rashdul kiblat, yaitu saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka'bah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak mengarah lurus ke kiblat.

Kepala KUA Kecamatan Kedungwaringin, H. Muhammad Rafiuddin, S.Sos., menjelaskan bahwa keikutsertaan KUA dalam Gerakan Nasional 1.448K Titik Rashdul Kiblat merupakan wujud komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan layanan keagamaan yang berbasis ilmu pengetahuan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat.

"Momentum rashdul kiblat merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memastikan kembali arah kiblat secara mudah, ilmiah, dan akurat. Melalui Gerakan Nasional Indonesia BerQiblat, kami mengajak masyarakat menjadikan ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari ikhtiar menyempurnakan kualitas ibadah," ujarnya.

Menurut Rafiuddin, pelaksanaan hari pertama bersama Polsek Kedungwaringin menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan dapat diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi kepada masyarakat sekaligus membangun kepedulian bersama terhadap pentingnya akurasi arah kiblat.

Kapolsek Kedungwaringin AKP Muhammad Trisno, S.H., M.M. mengapresiasi pelaksanaan Program Indonesia BerQiblat yang melibatkan kepolisian sebagai mitra strategis Kementerian Agama. "Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama, khususnya KUA Kecamatan Kedungwaringin, atas kepercayaan yang diberikan kepada Polsek Kedungwaringin untuk menjadi bagian dari Gerakan Nasional 1.448K Titik Rashdul Kiblat. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat sinergi antarlembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.

Program Indonesia BerQiblat mengusung tema "Kiblat Lurus, Ibadah Tulus" dan dilaksanakan secara serentak di 1.448.000 titik di seluruh Indonesia. Melalui momentum rashdul kiblat, masyarakat diajak memanfaatkan fenomena astronomi tersebut sebagai metode sederhana dan akurat dalam melakukan pengecekan arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya.

Pelaksanaan hari pertama bersama Polsek Kedungwaringin menjadi awal dari rangkaian kegiatan Indonesia BerQiblat yang akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Semangat "Kiblat Lurus, Ibadah Tulus" diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa memastikan ketepatan arah kiblat merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ibadah yang semakin berkualitas. ***

Admin

Penyuluh Agama Islam

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama